Wednesday, June 17, 2009

Just Want to Share


Wah.. lama ga posting nich, abis agak-agak sibuk (ga tau juga dech, kesibukannya apa ??).
Ide ini muncul seketika, pada posting kali ini aq ingin mengutarakan apa ada yang ada dalam pikiranku setelah semalam nonton salah satu film Meryl Streep yang beradu akting dengan Philip Seymour Hoffman, yakni “ Doubt “. film ini masuk dalam nominasi Oscar 2009 untuk nominasi Aktris Utama Wanita dan Penulis Skenario (Adaptasi)Terbaik

Meski setting film ini sangat kental dengan agama yang nota bene bukan agamaku tapi ..it’s ok, yg diambilkan bukan ajarannya, aq cuma penasaran dengan akting watak Meryl Streep yang berperan sebagai Suster Aloysius yang memiliki kecurigaan mendalam pada Pastor Brendan Flynn (Philip Seymour Hoffman).

Dari judulnya aja kita tlah bisa sedikit mengetahui bahwa KERAGUAN menjadi inti cerita film ini. Nah, yang ada dalam pikiranku adalah jika aq berada dalam film itu, aq mungkin bersifat sama dengan Suster James, salah seorang Suster Junior dalam paroki tersebut yang dilakoni Amy Adams. Ketika aq mencurigai seseorang, tapi disisi lain aq mendapati keraguan maka seketika itu pula aq akan berkesimpulan untuk tetap berada dalam jalur Positive thinking karena tanpa ada bukti, ga mudah untuk menvonis seseorang dan menyatakan seseorang bersalah hanya bermodalkan insting semata.

Jujur, Film ini bukanlah salah satu film yang aq anjurkan untuk ditonton oleh teman-teman, karena sajian menyegarkan tidak terasa dari film ini namun untuk mereka yang suka film watak, film ini bisa dijadikan sebagai salah satu acuan..

Just Want to Share

Thursday, April 30, 2009

Just Want to Share


Taken from The Official Site of Agatha Christie, i just want to share this to all of my friends


Poirot

“Why not make my detective a Belgian?...I could see him as a tidy little man, always arranging things, liking things in pairs, liking things square instead of round. And he should be brainy – he should have little grey cells of the mind.” Agatha Christie – An Autobiography

And so one of the greatest detectives in literature was born!
Hercule Poirot made his first appearance in The Mysterious Affair at Styles, called upon by his friend Hastings, to solve a most mysterious murder. This Belgian refugee from the First World War began his career as a police officer - Christie felt it only fitting that he had a professional background as it would explain his knowledge of police proceedings when he later became a private detective. He began his private career on the continent, which is where he formed his lifelong friendship with Hastings.

Poirot would be the first to call himself a great man - he has never been known for his modesty - but with such success in his career he is quite justified in his opinion! He finishes each case with a dramatic dénouement, satisfying his own ego and confirming to all, that he is truly “the greatest mind in Europe.” His love of elegance, beauty, and precision, as well as his eccentric mannerisms are often ridiculed by the local bumbling policemen, but it is always Poirot who has the last word!

Christie's inspiration for Poirot lay behind the Belgian refugees who had escaped the war and made their home in the Parish of Torre. Christie had seen how the locals had opened their arms to them and how some, not understanding the British way of life, preferred to do things their own way. Christie decided to make Poirot more mature, a decision she would later regret; “the result is that my fictional detective is well over a hundred by now.”

But not even Christie could ever have imagined how popular Poirot would become, nor how many stories she would write about him. He would star in thirty-three novels and fifty-four short stories, including some of Christie’s best such as Murder on the Orient Express, The Murder of Roger Ackroyd and Death on the Nile.

Poirot deserves his place in crime fiction history and this was certainly achieved on his death in 1975; Poirot became the only fictional character in history to be honoured with an obituary on the front of The New York Times!

As a character, he has been played by many great actors. The first was Austin Trevor who would appear in Alibi, Black Coffee and Lord Edgware Dies. Trevor would also play a small role in The Alphabet Murders which starred Tony Randall as Poirot and was made by MGM in 1965. Academy Award nominee Albert Finney appeared as Poirot in Murder on the Orient Express in 1974; when this was remade in 2001 it starred Albert Molina in the role of the great detective. The great Peter Ustinov, winner of two Academy Awards, played Poirot in six films. Though the fictional Poirot looks little like Ustinov, he successfully captured the Belgian and is much loved by the public.

Perhaps, however, the actor most synonymous with Poirot is David Suchet, who first appeared in the role in 1989. Agatha Christie never saw David Suchet in the role but her grandson Mathew has commented: “Personally, I regret very much that she never saw David Suchet. I think that visually he is much the most convincing and perhaps he manages to convey to the viewer just enough of the irritation that we always associate with the perfectionist, to be convincing!”

Friday, March 27, 2009

Layak Diketahui

Seperti biasa, siang ini aq buka majalah online khusus liputan wanita, n pada saat baca kompas, aq ngerasa atikel ini sangat layak untuk diketahui oleh temen2ku.

Kanker Serviks


Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Berikut 13 hal yang wajib Anda ketahui tentang kanker serviks.

1. Apa itu kanker serviks?
Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

2. Seberapa berbahaya penyakit ini?
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa penyebabnya?
Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana penularannya?
Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

5. Apa saja gejalanya?
Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Berikut ini lanjutan dari 13 hal yang wajib Anda ketahui tentang kanker serviks.

6. Berapa lama masa pertumbuhannya?
Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya. Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

7. Benarkah perokok berisiko terjangkit kanker serviks?
Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001. Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta "racun" lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

8. Selain itu, siapa lagi yang berisiko terinfeksi?
Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun. Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah partner seksual. Semakin banyak partner seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah partner seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear

9. Bagaimana cara mendeteksinya?
Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka) yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

10. Bisakah dicegah?
Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, memelihara kesehatan tubuh, dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.

11. Haruskah mengambil vaksinasi HPV?
Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks. Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.

Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.

12. Apakah vaksinasi ini memiliki efek samping?
Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan. Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

13. Kalau sudah terinfeksi, bisakah disembuhkan?
Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya. Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan terapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.


Monday, March 23, 2009

The one who keeps me happy

Nyebur rame-rame yuk....

Di salah satu pojok Kota Sibolga, ada tuh spot plg bagus untuk menikmati senja
Jangan malu-malu tuk ikutan gabung dengan masyarakat setempat yg nyebur n
mandi dilaut sambil nyaksiin keindahan Sunset,
n u know..mandi laut ternyata dpt mencegah osteoporosis lho



Thursday, March 19, 2009

My Visit to Lake Toba ..

The Traditional hause
The Accomodation

Nite in Parapat